Selasa, 16 Oktober 2012

Klasifikasi Oli Mesin Disel (Diesel Engine Oil Classification)

 

Pengujian kwalitas oli dilakukan oleh beberapa badan otomotif international, diantaranya adalah sebagai berikut :
ACEA (Association des Constructeurs Européens d'Automobiles)
API (American Petrolium Institut) Service
JASO (Japan Automotif Standard Organization)
ILSAC (International Lubricants Standardization and Approval Committee)


ACEA (Association des Constructeurs Européens d'Automobiles)

Adalah standard kualitas oli yang dikeluarkan oleh asosiasi pabrikan automobil di eropa seperti mercedezbenz, MAN, VOLVO, SCANIA, PEUGEOT, RENAULT dll.
Klasifikasi kualitas engine oil ditandai dengan kombinasi huruf (A,B,C,E) dan angka (1,2,3,4...dst) untuk menunjukan aplikasi oli.
A : Gasoline/petrol engine (engine dengan bahan bakar bensin)
B : Light Diesel Engine (Engine diesel kecil beban ringan)
C : Engine Diesel yang dilengkapi catalyser atau low SAPS (Sulphated Ash, Phosphorus and Sulphur).
E : Heavy Diesel Engine ( Engine Diesel dengan beban operasional besar)
Untuk engine truck dan alat berat menggunakan engine oil kategory E dengan klasifikasi sebagai berikut :

CATEGORY
STATUS
SERVICE
E1
Tidak tersedia
Oli serbaguna untuk diesel engine naturally aspirated dengan beban operasional normal dan interval penggantian normal
E2
Tidak tersedia
Oli serbaguna untuk engine diesel naturally aspirated maupun menggunakan turbo dengan beban operasional medium sampai berat dan dengan interval penggantian oli normal
E3
Tersedia
Kategori pelumas dengan efectivitas tinggi untuk mengontrol kebersihan piston, cylinder bore, keausan, soot dan stabilitas pelumas.  Direkomendasikan untuk engine dengan standard emisi Euro 1 dan Euro 2 yang bekerja pada kondisi extrem. Juga direcomendasikan untuk perpanjangan interval penggantian oli berdasarkan rekomendasi pabrikan.
E4
Tersedia
Stabilitas viscositas sangat baik, dengan efectivitas dan kemampuan lebih tinggi untuk mengontrol kebersihan piston, cylinder bore, keausan, soot dan stabilitas pelumas jika dibandingakan dengan E3.  Direkomendasikan untuk engine dengan standard emisi Euro 1,  Euro 2 dan Euro 3 yang bekerja pada kondisi extrem. Inetrval penggantian oli dapat diperpanjang secara lebih signifikan.
E5
Tersedia
Stabilitas viscositas sangat baik, dengan efectivitas dan kemampuan lebih tinggi untuk mengontrol kebersihan piston, cylinder bore, keausan, soot dan stabilitas pelumas jika dibandingakan dengan E4.  Terutama kemampuan untuk mencegah keausan dan mencegah deposit kerak pada turbocharge. Sangat direkomendasikan untuk engine dengan standard emisi Euro 1, Euro 2dan Euro3  yang bekerja pada kondisi extrem. Inetrval penggantian oli dapat diperpanjang secara lebih signifikan.
E6
Tersedia
Stabilitas viscositas sangat baik, dengan efectivitas dan kemampuan lebih tinggi untuk mengontrol kebersihan piston, cylinder bore, keausan, soot dan stabilitas pelumas. Direkomendasikan untuk engine dengan standard emisi Euro 1, Euro 2, Euro3, Euro IV dan Euro V  yang bekerja pada kondisi extrem. Juga untuk engine yg menggunakan EGR dengan atau tanpa particulate filter dan enbgine dengan SCR NOx reduction system. Sangat direkomendasikan untuk engine yang menggunakan particulate filter dan dengan kandungan sulfur rendah.
E7
Tersedia
Stabilitas viscositas sangat baik, dengan efectivitas dan kemampuan lebih tinggi untuk mengontrol kebersihan piston, cylinder bore, keausan, soot dan stabilitas pelumas. Direkomendasikan untuk engine dengan standard emisi Euro 1, Euro 2, Euro3, Euro IV dan Euro V  yang bekerja pada kondisi extrem dengan interval penggantian oli yang lebih panjang. Juga untuk engine yg menggunakan EGR dengan atau tanpa particulate filter dan enbgine dengan SCR NOx reduction system.
E9
Tersedia
Stabilitas viscositas sangat baik, dengan efectivitas dan kemampuan lebih tinggi untuk mengontrol kebersihan piston, cylinder bore, keausan, soot dan stabilitas pelumas. Direkomendasikan untuk engine dengan standard emisi Euro 1, Euro 2, Euro3, Euro IV dan Euro V  yang bekerja pada kondisi extrem dan beban operasi yang besar dengan interval penggantian oli yang lebih panjang. Juga untuk engine yg menggunakan EGR dengan atau tanpa particulate filter dan enbgine dengan SCR NOx reduction system. Sangat direkomendasikan untuk engine yang menggunakan particulate filter dan dengan kandungan sulfur rendah.


 

API (American Petrolium Institut) Service

 

Standarisasi yang umum digunakan untuk unit-unit produksi ASIA dan Amerika
Standarisasi dibuat untuk menyesuaikan kualitas oli dengan perkembangan tehnologi engine serta standard emisi gas buang yang semakin diperketat.
Tiga hal yang paling mempengaruhi kebutuhan kualitas oli terhadap suatu engine diesel adalah, putaran engine, beban operasional engine, kandungan sulfur/belerang pada fuel yang digunakan, intake dan exhaust sytem serta standard emisi gas buang yang dihasilkan oleh engine tersebut.


Category
Status
Service
CJ - 4
Current
Diperkenalkan pada 2006. Untukputaran tinggi, didesain untuk engine empat langkah, menyesuaikan standard emisi gas buang model tahun 2007 (EURO 4). CJ - 4 minyak dikombinasikan untuk penggunaan di semua aplikasi dengan solar dengan kandunagn sulfur sampai 500 ppm (0. 05% dari berat). Bagaimanapun, penggunaan diesel fuel dengan kandungan sulfur lebih dari 15 ppm (0. 0015% dari berat)  akan berdampak pada ketahanan oli atau inetrval penggantian. Oli CJ - 4 efektif di sistem ketahanan kendali emisi dimana particulate filter (sistem saringan) dan beberapa sistem aftertreatment tambahan digunakan. Perlindungan optimum disediakan untuk kontrol dari katalisatorvracun, kebuntuan filter, keausan mesin, deposit piston, ketahanan temperatur rendah dan tinggi, jelaga, oxidative, berbuih, dan kehilangan viscositas. Oli API CJ - 4melebihi kriteria kinerja dari API CI - 4 dengan CI - 4 TAMBAHAN, CI - 4, CH - 4, CG - 4 dan CF - 4 dan dapat secara efektif melumasi mesin. Ketika mempergunakan oli CJ - 4  dengan kandungan sulfur pada fuel lebih tinggi dari 15 ppm, perlu konsultasi pabrikan mesin untuk interval penggantian oli.
CI - 4
Current
Diperkenalkan pada tahun 2002 (EURO 3). Untuk engine putaran tinggi, engine 4langkah yang didesain untuk memenuhi standard emisi gas buang tahun 2004, diimplementasikanpada tahun 2002. Oli CI-4 diformulasikan untuk meningkatkan ketahanan engine dimana exhaust gas recirculation (EGR) mulai digunakan dan dikususkan untuk penggunaan Diesel fuels dengan range kandungan sulfur sampai dengan 0.5%. Dapat digunakan sebagai pengganti oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4, juga memenuhi kualitas untuk desain oli CI-4 PLUS.
CH - 4
Current
Diperkenalkan tahun 1998. Untuk engine putaran tinggi, diesel engine 4langkah yang didesain untuk memenuhi standard emisi gas buang tahun 1998 (EURO 2). Oli CH - 4 didesain kusus untuk digunakan dengan fuel pada range kandungan sulfur sampai dengan 0.5%. Dapat digunakan sebagai pengganti oli CD, CE, CF-4 dan CG-4.
CG-4
Obsolete
Diperkenalkan pada tahun 1995. Untuk pengoperasian beban berat, engine putaran tinggi, engine diesel 4langkah yang menggunakan fuel dengan kandungan sulfur kurang dari 0.5% dari berat. Oli CG-4 diperlukan untuk engine yang memenuhi standard emisi gas buang tahun 1994 (EURO 1). Dapat digunakan sebagai pengganti oli CD, CE dan CF-4.
CF-4
Obsolete
Diperkenalkan tahun 1990. Untuk engine putaran tinggi, 4 langkah naturally aspirated dan turbocharged engne. Dapat digunakan sebagai pengganti oli CD dan CE
CF-2
Current
Diperkenalkan tahun 1994. Untuk bebean extra berat, engine diesel 2 langkah. Dapat digunakan sebagai pengganti oli CD-II
CF
Current
Diperkenalkan pada tahun 1994. Untuk off road, indirect injection dan engine diesel yang lain yang menggunakan fuel dengan kandungan sulfur lebih dari 0.5%. Dapat digunakan sebagai pengganti oli CD
CE
Obsolete
Diperkenalkan tahun 1985. Untuk engine putaran tinggi, 4 langkah, naturally aspirated dan turbochraged engine. Dapat digunakan sebagai pengganti oli CC dan CD
CD-II
Obsolete
Diperkenalkan tahun 1985. Untuk engine putaran tinggi, 4 langkah.
CD
Obsolete
Diperkenalkan tahun 1985. Untuk engine  4 langkah, naturally aspirated dan turbochraged engine.
CC
Obsolete
Tidak cocok digunakan untuk engine diesel yang diproduksi diatas tahun 1990
CB
Obsolete
Tidak cocok digunakan untuk engine diesel yang diproduksi diatas tahun 1961
CA
Obsolete
Tidak cocok digunakan untuk engine diesel yang diproduksi diatas tahun 1959





Bangun harapan masa depan anda bersama ProfitClicking....!!!!


Wellcome to 98% Solution

Daftar SEKARANG...!!!!
Dapatkan Bonus $10 untuk hari ini...!!!!
Untuk mendaftar click disini
Untuk melihat petunjuk cara mendaftar click disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar